Pemain tingkat lanjut (advanced) tidak lagi sekadar mengejar bola; mereka bermain dengan strategi, antisipasi, dan efisiensi energi. Di level ini, latihan rutin yang bersifat umum sering kali mencapai titik jenuh. Untuk naik ke level berikutnya, Anda harus beralih ke pola latihan yang dipersonalisasi berdasarkan profil fisik dan gaya bermain Anda.
Berikut adalah panduan menyusun pola latihan badminton yang taktis dan terukur bagi pemain individu tingkat lanjut.
1. Identifikasi Profil Bermain: Power vs. Speed vs. Control
Sebelum menyusun jadwal, Anda harus jujur menilai di mana posisi Anda dalam “Segitiga Atribut Badminton”.
- Tipe Power: Unggul dalam smash dan serangan tajam, namun sering kali lambat dalam transisi pertahanan.
- Tipe Speed: Sangat cepat di lapangan, namun sering kali kurang dalam akurasi pukulan atau daya tahan (endurance).
- Tipe Control/Technical: Memiliki penempatan bola yang presisi, namun rentan kalah jika ditekan dengan kecepatan tinggi secara terus-menerus.
2. Strategi Memperkuat Kelebihan (Double Down)
Banyak pemain melakukan kesalahan dengan hanya fokus memperbaiki kelemahan hingga melupakan senjata utama mereka. Bagi pemain lanjut, senjata utama adalah identitas kemenangan Anda.
- Latihan untuk Si Tukang Smash: Jangan hanya melatih kekuatan otot. Fokuslah pada Explosive Plyometrics dan latihan multi-shuttle yang menekankan pada recovery cepat setelah melakukan serangan udara.
- Latihan untuk Si Pelari Cepat: Lakukan Shadow Badminton dengan beban pergelangan kaki atau rompi beban untuk meningkatkan kelincahan motorik, sehingga saat bertanding tanpa beban, gerakan Anda menjadi lebih ringan.
3. Isolasi Kelemahan (Targeted Drill)
Kelemahan di tingkat lanjut biasanya bukan pada teknik dasar, melainkan pada konsistensi dan eksekusi di bawah tekanan.
- Kelemahan pada Backhand: Jangan hanya memukul backhand statis. Lakukan drill di mana lawan memberikan bola random ke area forehand dan backhand secara bergantian untuk melatih perpindahan grip yang instan.
- Kelemahan pada Defense: Mintalah dua orang partner untuk melakukan smash bertubi-tubi ke arah Anda (2 vs 1 drill). Fokus utamanya bukan hanya mengembalikan bola, tapi mengarahkan drive balik yang menyulitkan lawan.
4. Simulasi Situasi Spesifik (Conditioning Games)
Pola latihan harus mencakup permainan dengan aturan khusus untuk memaksa Anda keluar dari zona nyaman:
- Half-Court Game: Berguna untuk melatih akurasi penempatan bola dan kontrol net bagi pemain yang terlalu mengandalkan tenaga.
- No-Smash Game: Memaksa pemain bertipe power untuk belajar memenangkan poin melalui taktik dropping dan netting yang halus.
- Attacking vs Defending: Satu pemain hanya boleh bertahan, sementara yang lain terus menyerang. Ini sangat efektif untuk membangun ketahanan mental dan fisik.
5. Penyusunan Jadwal Mingguan yang Seimbang
Pemain tingkat lanjut harus memperhatikan regenerasi sel agar tidak cedera. Berikut adalah contoh struktur mingguan:
| Hari | Fokus Latihan | Deskripsi |
| Senin | Technical & Accuracy | Drill pukulan halus, netting, dan penempatan sudut. |
| Selasa | Physical – Power | Gym (fokus kaki & bahu) atau Plyometrics. |
| Rabu | High Intensity Drill | Multi-shuttle (20-30 shuttlecock per set) intensitas tinggi. |
| Kamis | Recovery & Video Analysis | Yoga, stretching, atau menganalisis rekaman pertandingan sendiri. |
| Jumat | Match Simulation | Bermain game dengan aturan khusus (conditioning games). |
| Sabtu | Sparring | Pertandingan kompetitif penuh untuk menguji strategi. |
| Minggu | Full Rest | Istirahat total untuk pemulihan otot. |
Kesimpulan
Mengatur pola latihan untuk tingkat lanjut adalah tentang keseimbangan antara memoles senjata utama dan menambal kebocoran pertahanan. Tanpa evaluasi mandiri yang jujur, latihan hanya akan menjadi rutinitas tanpa progres. Rekamlah permainan Anda, temukan pola di mana Anda sering kehilangan poin, dan sesuaikan jadwal latihan minggu depan untuk mengatasinya.












